Senin, 27 November 2017

Cara Aman Memilih Popok Sekali Pakai


popok foto:blibli.com
Popok sekali pakai atau dalam bahasa lain popok diapers merupakan salah satu kebutuhan sebagian orang tua terutama ibu untuk anak yang masih balita. Dengan menggunakan popok tentunya mendapatkan kemudahan, tentunya menggunakan popok memiliki manfaat yang besar dalam mengurus anak apalagi yang masih bayi dalam mengurus rumah tangga apalagi waktu bepergian ke suatu tempat yang jauh misalnya pergi piknik Sehingga menggunakan popok merupakan solusi. Popok sekali pakai atau diapers sering digunakan setiap hari bahkan pada malam hari ketika anak terlelap hal tersebut digunakan supaya tidak repot saat anak buang kecil atau besar. Hal yang terpenting adalah memilihkan popok bayi yang bagus dan aman untuk anak supaya nyaman dan aman dipakai. 

Namun, penggunaan popok dalam jangka waktu yang lama tidak baik, apalagi dalam keadaan basah atau lembab sehingga bisa mengakibatkan kulit iritasi dan masalah lain pada si kecil. Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan ada baiknya memperhatikan beberapa pertimbangan yang harus menjadi prioritas sebagai berikut.
  1. Daya serap popok
Gunakanlah popok sekali pakai dengan daya serap tinggi sehingga tetap nyaman dan terasa kering di kulit bayi. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menjaga kelembaban kulit bayi dan tidak terjadi iritasi dan demi kenyamanan si kecil. Pilihlah popok sekali pakai yang memiliki anti bakteri dengan serat yang lembut.
  1. Ukuran popok
Untuk kenyamanan digunakan agar tidak terlalu longgar atau tidak terlalu ketat gunakan popok yang pas untuk si kecil. Jika anak menggunakan popok yang terlalu ketat bisa menimbulkan lecet pada kulit dan sekitaran selangkangan, dan jika terlalu longgar bisa mengakibatkan kebocoran pada bagian samping. Oleh sebab itu, ketahui ukuran yang pas untuk digunakan pada si kecil.
  1. Memilih popok dengan bentuk celana atau perekat
Memilih model celana dengan menggunakan perekat atau celana adalah salah satu pilihan untuk kenyamanan bayi. Menggunakan bahan perekat merupakan salah satu pilihan untuk bayi yang baru lahir karena model tersebut lebih tipis. Memilih model popok bayi yang bagus menggunakan model celana untuk bayi yang sudah besar selain mudah digunakan juga membuat anak nyaman saat beraktivitas.

Rabu, 22 November 2017

Bayi 4 Bulan Semakin Terlihat Perkembangannya dengan 3 Perubahan


foto:hamilplus.com
Memperhatikan perkembangan bayi hari demi hari semakin tidak terasa, mungkin karena begitu senangnya melihat bayi sehat atau juga karena tidak sadarnya anda bahwa bayi sudah mulai ada perubahan dari sisi pertumbuhannya dan kemampuan motoriknya. Tidak terasa, kini usianya sudah 4 bulan. Banyak hal yang berubah ketika bayi berusia 4 bulan, sehingga pada umumnya bayi sering demam karena perubahan fisik atau juga meningkatnya kemampuan, seperti senyum – senyum kecil, merespon candaan dan lain – lain. Perkembangan bayi 4 bulan sangat banyak terlihat perubahan yang menonjol, sehingga Ibu perlu untuk selalu waspada akan kesehatannya terutama asupan ASI haruslah selalu memenuhi kebutuhan asupan gizi dan vitamin yang dibutuhkan bayi.
 
Perubahan yang menonjol pada bayi usia 4 bulan lebih kepada perubahan tumbuh kembangnya serta kemampuan motoriknya yang meningkat. Perkembangan bayi 4 bulan juga rentan terhadap demam yang disebabkan karena adanya peruabahan fisik dan motorik bayi. Ada 3 macam perubahan yang bisa dilihat pada bayi usia 4 bulan.
  1. Kemampuan motorknya semakin bertambah
Kemampuan motorik pada bayi uasia 4 bulan dapat dibedakan pada sisi respon bayi ketika diajak bercanda, mampu bermain dengan pegangan yang lebih kuat pada kedua tangannya serta mulai mengeluarkan clotehan – clotehan yang bikin kita terkagum – kagum.
  1. Berat badab bayi lebih meningkat
Biasanya berat badan bayi diusia 4 bulan sangat memperlihatkan perbedaan dari usia sebelumnya. Berat badan bayi usia 4 bulan sering terjadi melebihi angka diusianya, sehingga Ibu tidak usah cemas. Yang Ibu harus kawatirkan, ketika bayi berat badannya kurang dari angka usinya, maka Ibu harus dengan cepat tanggap memeriksakan kesehatan bayi pada dokter anak.
  1. Bayi usia 4 bulan mulai tumbuh gigi
Tumbuhnya gigi pada bayi usia 4 bulan sudah menjadi keumuman. Akan tetapi jika belum juga tubuh bayi diusia 4 bulan, Ibu tidak usah hawatir karena bawaan setiap bayi itu berbeda – beda. Nanti juga diusia bayi 6-10 bulan, pertumbuhan gigi akan mulai bisa dilihat.